Diantara mukjizat Nabi Yusuf Alaihissalam, Simak!

Mukjizat Nabi Yusuf – Nabi Yusuf lahir di Kanaan, wilayah yang sekarang dikenal sebagai Israel, dalam keluarga Nabi Ya’qub (AS) yang terkenal. Nabi Yusuf merupakan anak kesepuluh dari dua belas bersaudara, dan sangat disayang oleh ayahnya, Nabi Ya’qub, karena memiliki sifat yang baik dan cerdas.

Namun, saudara-saudara Nabi Yusuf iri dengan perhatian dan kasih sayang ayah mereka terhadapnya. Mereka berencana untuk membunuh Nabi Yusuf, namun pada akhirnya memutuskan untuk menjualnya di pasar budak kepada pedagang yang lewat.

Nabi Yusuf kemudian dibawa ke Mesir dan dijual ke rumah seorang pejabat Mesir bernama Aziz. Di rumah Aziz, Nabi Yusuf menjadi budak yang rajin dan berbakti, hingga akhirnya menjadi pelayan terdekat Aziz

Mukjizat Nabi Yusuf yang Populer di Kalangan Ummat

Mukjizat Nabi Yusuf yang Populer di Kalangan Ummat

Sebagai seorang nabi tentunya beliau dibekali mukjizat oleh Allah SWT sebagai tameng untuk menjalankan misi dakwahnya kepada umatnya. Sama halnya dengan Nabi Yusuf yang memiliki beberapa mukjizat yang terkenal hingga saat ini.

Untuk lebih jelasnya simak dibawah ini beberapa mukjizat yang Allah berikan kepada nabi yususf hanya di ayovasindinkeskdi.id,

Keajaiban Mimpi

Mukjizat pertama Nabi Yusuf adalah mimpi yang diramalkan dengan tepat. Allah SWT memberikan kemampuan kepada Nabi Yusuf untuk memahami mimpi dan memberikan tafsir yang benar-benar akurat.

Ketika masih kecil, Nabi Yusuf pernah bermimpi tentang matahari, bulan dan sebelas bintang yang bersujud kepadanya, kemudian ia mengetahui bahwa mimpi tersebut memiliki arti bahwa kelak ia akan menjadi orang yang disegani oleh saudara-saudaranya bahkan ayahnya.

Keajaiban mimpi tersebut tertulis dalam Al-qu’an surat Yusuf ayat 4, bahwa Allah SWT berfirman:

اِذْ قَالَ يُوْسُفُ لِاَبِيْهِ يٰٓاَبَتِ اِنِّيْ رَاَيْتُ اَحَد de

Itu berarti :

(Ingat), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Sungguh, saya (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; Saya melihat mereka semua sujud kepada saya.”

Keajaiban Memahami Bahasa

Keajaiban Nabi Yusuf berikutnya adalah pemahaman bahasa dan kebijaksanaannya. Serta memiliki kemampuan yang luar biasa dalam memahami bahasa, bahkan bahasa asing.

Ini membuatnya dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan mudah dan membuat keputusan yang bijak.

Misalnya, ketika Nabi Yusuf AS diselundupkan ke Mesir oleh saudaranya yang cemburu, ia fasih berbahasa Mesir.

Hal itu terlihat saat ia berbicara dengan pemilik rumah tempat ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Selain itu, dalam kisah Nabi Yusuf ketika dipenjara atas tuduhan salah, ia mampu berkomunikasi dengan lancar dengan dua tahanan lain yang berasal dari kalangan elite Mesir. Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Yusuf memiliki kemampuan yang luar biasa dalam berbicara dan memahami bahasa orang lain.

Mukjizat Terjadi di Penjara

Mukjizat Terjadi di Penjara

Keajaiban Nabi Yusuf selanjutnya adalah ketika ia dipenjarakan tanpa alasan yang jelas. Namun di dalam penjara, Nabi Yusuf dipilih oleh Allah SWT untuk menolong dua narapidana yang diramalkan salah satunya akan diampuni dan yang lainnya akan dieksekusi.

Maka Nabi Yusuf AS menafsirkan mimpi dua rekan narapidana yang berada di penjara bersamanya. Dalam kisah ini, seorang pembuat anggur dan juru masak bermimpi dan meminta Nabi Yusuf untuk menafsirkan mimpinya.

Nabi Yusuf AS dapat dengan mudah mengartikan mimpinya secara akurat. Inilah bukti kepintaran dan kemampuan pemahaman yang luar biasa dari Nabi Yusuf AS.

Selanjutnya, Nabi Yusuf juga sempat mengungkap kesaksian istrinya dari raja Mesir yang mengakui kesalahannya. Setelah Nabi Yusuf salah dipenjarakan, istrinya dari raja Mesir mengaku bahwa Nabi Yusuf tidak bersalah dan memohon kepada suaminya untuk membebaskannya.

Setelah Nabi Yusuf (AS) berhasil menafsirkan mimpi raja Mesir, ia dibebaskan dari penjara dan diberi posisi penasihat raja Mesir. Nabi Yusuf (AS) mampu mengatur kebijakan pemerintah Mesir dalam menghadapi kelaparan dan menyimpan persediaan makanan yang cukup untuk bertahan selama tujuh tahun.

Keajaiban Pengampunan

Keajaiban Nabi Yusuf berikutnya adalah ketika ia memutuskan untuk memaafkan saudara-saudaranya yang pernah menjualnya sebagai budak. Nabi Yusuf tidak hanya memaafkan saudaranya. Tapi dia juga membebaskan mereka dari hukuman.

Kisah kejadian ini diabadikan Allah dalam Alquran surat Yusuf ayat 59 ketika saudara laki-laki Nabi Yusuf meminta bantuan bekal makanan.

Allah SWT berfirman:

Entar بِج mengambil ازِ mengumpulkanْ ق ق ا ا secara ائْوْنِيْ اخٍ اخٍ ا bers a

Arti:

Dan ketika dia (Yusuf) sedang menyiapkan makanan untuk mereka, dia berkata, “Bawalah aku saudaramu yang satu ayah denganmu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku sedang menyempurnakan takaran dan aku adalah tuan rumah yang terbaik? “

Keajaiban Memahami Masa Depan

Mukjizat Nabi Yusuf selanjutnya yang terangkum dalam artikel ini adalah ketika beliau diangkat menjadi pemimpin Mesir dan menyelamatkan rakyat Mesir dari bencana kelaparan yang dahsyat.

Nabi Yusuf mampu menyusun kebijakan ekonomi yang sangat bijak dan mengumpulkan sumber daya yang cukup untuk menghadapi masa depan yang sulit. Dia dengan tepat meramalkan kelaparan yang akan segera terjadi dan membuat persiapan yang diperlukan untuk menghadapinya.

Keajaiban memahami masa depan diabadikan Allah dalam Al-Qur’an Surat Yusuf ayat 43, Allah SWT berfirman:

وَقَالَ ٱلْمَلِكُ إِنِّىٓ أَرَىٰ سَبْعَ بَقَرَٰتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعَ سُنۢبُلَٰتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَٰتٍ ۖ يَٰٓأَيُّهَا ​​​​ٱلْمَلَأُ أَفْتُونِى فِى رُءْيَٰىَ إِن كُنتُمْ لِلرُّءْيَا تَعْبُرُونَ

Itu berarti :

Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka rakyatnya): “Sungguh, aku bermimpi melihat tujuh sapi gemuk dimakan oleh tujuh sapi kurus dan tujuh bulir gandum hijau dan tujuh bulir kering lainnya.” . Hai orang-orang terkemuka: “Beri tahu saya tentang tafsir mimpi saya, jika Anda bisa menafsirkan mimpi itu.”

Penutupan

Demikian rangkuman penjelasan mengenai mukjizat Nabi Yusuf yang dituliskan dalam sebuah artikel, sebagai penambah keyakinan dan keimanan umat Islam terhadap para Nabi.

Semoga artikel ini bermanfaat, Wallahu A’lam…

Baca juga: